Friday, December 7, 2018

Test Mesin CUp 4x2 Pneumatik

Sunday, December 2, 2018

Cara Promosi Video Youtube Di Adwords

Thursday, November 29, 2018

Firdaus Water Treatment - Bojong Soang | Tokopedia

Firdaus Water Treatment - Bojong Soang | Tokopedia: Belanja online aman dan nyaman dari Firdaus Water Treatment - Solution For A Better Water

Tuesday, November 20, 2018

Video Pengisian Gallon Automatic Firdaus Water Treatment

Sunday, November 18, 2018

Spesifikasi Unit Oxygen Generator Kapasitas 180 lpm (model sistem Combiner)

Spesifikasi Unit Oxygen Generator kapasitas 180 lpm (model sistem Combiner)

18 Set Modul Oxygen Generator kapasitas 10 lpm
Bahan dasar Molleculler lummina  Siave
Kwalitas Output Oxygen Murni 95 %
Pemipaan Output ke spliter Combiner selang selang standar 8 x 10 mm
Spliter Combiner pipa stainless steel 304 i inch
Oxygen Feed Flow Rate yang dihasilkan 180 lpm
Kwalitas Oxygen yang dihasilkan 95%

18 Set pompa Kompressor double fiston
Assesories penunjang :
18 buah Water Tof
18 buah flow Meter
18 Chiller plus Fan Blower
36 Filter Udara
Power pompa Kompressor 680 watt x 18 unit
Total power 4200 watt / 3 phase

Assesories Unit pada sistem
12 Fan Blower 6 inch
Control Panel meter Model Digital meliputi volt meter, Ampere Meter,Frg dan Hour Meter
Dimensi Unit Oxygen 200 x 150 x 90 cm
Dimensi Unit Pompa Kompressor : 120 x 120 x 90 cm
Bahan plat besi berang tebal 2mm / model Cat Powder Coating.

Untuk Harga unit ini dengan memakai model box Plat besi 2 mmber-rangka dengan assesories roda.
Harga untuk unit ini Rp 625.000.000,- (  + 15% untuk jaminan garansi keruksakan unit 1 tahun).
Harga tersebut tidak termasuk biaya pengiriman atau transfortasi akomodasi ke lokasi.
Lama penerjaan 50 hari kerja , setelah terima DP 50%, sisanya di lunsi setelah pekerjaan selesai di pabrikasi dan harus di lunasi sebelum unit di kirimkan ke lokasi 2-3 hari sebelum unit di kirimkan melalui expedisi.

Spesifikasi bahan material komponen sama dengan penawaran spesifikasi tinggi , yang membedakan besarnya box panelnya.
Adapun List Harga Oxygen Generator sebagai berikut :

10    lpm   Rp  38.000.000,-
20    lpm   Rp  65.000.000,-
30    lpm   Rp  88.000.000,-
40    lpm   Rp  105.000.000,-
100  lpm   Rp  138.000.00,-
180  lpm   Rp  625.000.000,-






Spesifikasi Ozone Generator 500 grm/h

Spesifikasi Unit Ozone Generator  Kapasitas 500 grm/h (Model sytem Combiner)

10 Set Module tabung corona kapasitas 50 gr/h
Bahan dasar housing tabung corona pipa stainless steel 304
Dimensi 94 x 35 x 33 cm x 10 unit
Pendingin Tabung Aluminium dumai ber sirit dan blower 2800 rpm x 10 buah
Isolator Enamel tabung glass Quart dan Taflon
Pemipaan Input Output selang dari tabung Corona ke Spliter Combiner selang Taflon 8 x 10 mm
Oxygen Feed Flow Rate 150 - 180 lpm
Ozone Concentration 500 grm /l

10 Set Module HV kapasitas 50 grm/h
Trafo HV Model Playback - Output HV  21 khz
Power 220 volt / 700 watt x 10
Total pwer 7500 watt / 1 phass atau 2500 3 phass

Assessories Unit pada sistem
2 Set Spliter Combiner bahan pipa Stainless Steel 316 / 1 inch / input dan output
10 Set Control Amphere Meter Modul Corona Modul Digital
Pemipaan Sselang tabung Corona antar Combiner Full slang Taflon  8 x 10 mm
10 buah krant valve stainless steel 304 inlet dan outlet antar combiner
10 set Flow Meter 20 lpm
Control Panel meter model digital meliputi volt meter Amphere meter dan hour meter
Input inlet stainless steel  / sumber O3 Oxygen murni 93%
Dimensi unit ini  : 135 x 180 x 75 cm

Untuk Harga Unit ini dengan memakai model box plat besi 2 mm ber rangka dengan assessories Roda. Harga Unit ini Rp 425.000.000,- ( + 15%  untuk jaminan garansi keruksakan unit 1 tahun).

Harga tersebut tidak termasuk biaya pengiriman atau transportasi akomodasi ke lokasi.Lama pengerjaan 45 hari kerja setelah terima DP 50%, sisanya di lunasi setelah pekerjaan selesai di pabrikasi  dan harus di lunasi sebelum unit dikirimkan ke lokasi  2- 3 hari sebelum unit dikirimkan melalui ekspedisi.

Adapun Untuk Ozone Generator dibawahnya, spesifikasi bahan materinya komponen sama dengan penawaran spek tinggi yang membedakan dimensi box panelnya.

List Harga Untuk Ozone Generator sebagai berikut :

10   gram           Rp. 15.500.000,-
20   gram           Rp  19.500.000,-
40   gram           Rp  31.000.000,-
50   gram           Rp  39.000.000,-
60   gram           Rp  48.500.000,-
80   gram           Rp  58.500.000,-
100 gram           Rp  68.000.000,-
500 gram           Rp  425.000.000,-






Video Penjelasan Mesin Cup 4 Line Pneumatik Firdaus Water Treatment

Tuesday, November 13, 2018

SEMrush Software Orientation Class February 2015

How to Leverage Influencer Marketing to EXPLODE Your Business

Monday, November 12, 2018

Proces Pengisian Mesin Cup Sealer Firdaus Water Treatment

Sistem Produksi AMDK JS Air Minum Terbaru

Saturday, November 10, 2018

Spesifikasi Media Water Filter



SPESIFIKASI MEDIA FILTER AIR

PRODUCT NAME     :  GRANULE
TYPE                          : FWT
SIZE                            : 6 X 12 & 12 X 24
LOKASI                     : BAYAH (BANTEN)

ZEOLITE adalah suatu media penyaringan yang mampu mengurangi kandungan besi dan mangan terlarut dalam air tanah. Kandungan besi dan mangan dalam jumlah yang berlebih menyebabkan air tanah tidak memenuhi persyaratan untuk keperluan industri maupun rumah tangga, karena :
Ø  Merugikan kesehatan dan aroma air yang tidak sedap
Ø  Menimbulkan endapan di pipa-pipa atau bak-bak penampung
Ø  Mengotori pakaian yang sedang dicuci, dan lain-lain

ZEOITE memiliki daya olah tinggi, karena :
Ø  Terbuat dari bahan padat berpori dengan permukaan kontak yang besar (300 m²gr)
Ø  Mempunyai kadar zat aktif yang tinggi (5 – 10%) sehingga mampu menjamin umur pakai yang lama
Beberapa kegunaan ZEOLITE antara lain :
Ø  Penghilang besi dan mangan terlarut dalam air tanah untuk keperluan industri dan rumah tangga
Ø  Pretreatment pada boiler water treatment, untuk melindungi ion exchanger dari deposit Fe dan Mn

ZEOLITE juga memiliki kemampuan menghilangkan hidrogen sulfida (H2S) dalam air, yang sering menjadi penyebab timbulnya bau.

CARA KERJA ZEOLITE
Ketika air yang mengandung Fe dan Mn terlarut melewati ZEOLITE, maka permukaan aktif dari ZEOLITE akan mengkatalis reaksi oksidasi Fe dan Mn menjadi senyawa yang tidak larut dalam air. Endapan tersebut akan tertahan di  ZEOLITE. Selain itu permukaan aktif ZEOLITE juga akan mengoksidasi hidrogen sulfida terlarut. Untuk membersihkan endapan tersebut cukup dengan melakukan cuci balik (Back washing) dengan laju tertentu.

PHSYCAL PROPERTIES
Screen Size *)                                                              : 6 x 12 & 12 x 24 mesh
Effectife Size                                                               : 1 mm
Uniformity Coefisien                                                   : < 1,6
Apparent Density                                                         : 137,3 lb/cu.ft (2,2 gr/ml)
Bulk Density                                                                : 74,9 lb/cu.ft (1,2 gr/ml)
Kapasitas Tukar Kation                                                           : 175 meq/gr

OPERATING CONDITION
pH                                                                   : 6,5 – 8,4
Minimum Bed Depth                                       : 24 inch (0,6 m)
Maximum Water Temperature                         : 100 ̊F (38 ̊C)
Maximum Iron (Fe)                                         : 10 ppm
Maximum Iron (Fe) & Mangan (Mn)               : 10 ppm
Maximum Hidrogen Sulfida (H2S)                  : 5 ppm

Service Flow Rates
Ø  Intermittent                                          : 6 gpm/sq.ft (14.4 m/hr)
Ø  Continous                                            : 4 gpm/sq.ft (9,8 m/hr)
Ø  Rising Space (freeboard)                     : 30 – 35%
Ø  Backwash Expansion                           : Min 25%
Ø  Backwash Flowrates                            : Sufficient rate to expand bed 25%              
  (11 gpm/sq.ft)
Ø  Backwash time                                                : 15 minutes

 


                                                                                                PRODUCT SPESIFICATION

PRODUCT NAME                 : ACTIVED SAND Pasir Aktif
TYPE                                      : FWT  – PA
SIZE                                        : 6 x 12 & 12 x 24

ACTIVED SAND adalah suatu penyaringan yang mampu menyingkirkan kandungan besi dan mangan terlarut dalam air tanah. Kandungan besi dan mangan dlam jumlah yang berlebihan menyebabkan air tanah tidak memenuhi persyaratan untuk keperluan industri maupun rumah tangga, karena :
Ø  Merugikan kesehatan dan aroma air yang tidak enak
Ø  Menimbulkan endapan di pipa-pipa atau bak-bak penampung
Ø  Mengotori pakaian yang sedang dicuci

ACTIVED SAND memiliki daya olah tinggi karena :
Ø  Terbuat dari bahan padat yang sangat keras sehingga tahan untuk operasi yang bertekanan tinggi
Ø  Mempunyai kadar zat aktif yang tinggi (5-10%) sehingga mampu menjamin umur pakai yang lama
Beberapa aplikasi ACTIVED SAND antara lain :
Ø  Penghilang besi dan mangan terlarut dalam air tanah untuk keperluan industri dan rumah tangga
Ø  Pretretment pada boiler water treatment, untuk melindungi ion exchanger dari deposit Fe dan Mn
Ø  Penghilang besi dan mangan pada air cooling tower
Ø  Penghilang besi dan mangan terlarut dalam air yang digunakan untuk proses industri seperti textile, garment
ACTIVED SAND juga memiliki kemampuan menghilangkan kendungan hidrogen sulfida (H2S) dalam air, yang sering terjadi penyebab timbulnya bau.

 CARA KERJA ACTIVED SAND

Ketika air mengandung Fe dan Mn terlarut melewati kandungan ACTIVED SAND, maka permukaan aktif dari ACTIVED SAND akan mengkatalis reaksi oksida Fe dan Mn menjadi senyawa yang tidak terlarut dalam air. Endapan tersebut akan tertahan di ACTIVED SAND. Selain itu permukaan aktif ACTIVED SAND juga akan mengoksidasi hidrogen sulfida terlarut.
Untuk membersihkan endapan tersebut cukup dengan melakukan cuci balik (Back washing) dengan laju tertentu.

PHISICAL PROPERTIES
Screen Size *)                                                  : 6 x 12 & 12 x 24 mesh
Effectife Size                                                   : 1 mm
Uniformity Coefisien                                       : < 1,6
Bulk Density                                                    : 1,6 gr/m


OPERATING CONDITION
pH                                                                   : 6,5 – 8,4
Minimum Bed Depth                                       : 24 inch (0,6 m)
Maximum Water Temperature                         : 100 ̊F (38 ̊C)
Maximum Iron (Fe)                                         : 5 ppm
Maximum Iron (Fe) & Mangan (Mn)               : 5 ppm
Maximum Hidrogen Sulfida (H2S)                  : 4 ppm

Service Flow Rates
Ø  Intermittent                                          : 4 gpm/sq.ft (9,8 m/hr)
Ø  Continous                                            : 6 gpm/sq.ft (15 m/hr)
Ø  Rising Space (freeboard)                     : 30 – 35%
Ø  Backwash Expansion                           : Min 25%
Ø  Backwash Flowrates                            : Sufficient rate to expand bed 25%              
  (24 gpm/sq.ft)
Ø  Backwash time                                                : 15 minutes





PRODUCT SPESIFICATION

PRODUCT NAME                 : SILICA BANGKA SAND
TYPE                                      : FWT – SIL

Silica is the name given to the chemical compound silicone dioxide (SiO2), its most common natural pure crystalline from is SILICA BANGKA SAND. SILICA BANGKA SAND is the most common filter media, Silica Bangka Sand in rapid filter, slow filter and pressure filters serves to filter water containing suspended soid.

MATERIAL DATA

Silica (SiO2)                            : 98,76%
Aluminium                              : 1,96%
Effectife Size / gr)                   : 0,4 – 1,2 mm (*)
Unit Weight (Loosely)             : 1,595 kg/lt
Spesific Gravity (dry)              : 2,60
Water Absorption                    : 0,10%

METODE OF CLEANING
Slow sand filter
Ø  Scraping off surface layer of sand washing removed sand
Ø  Washing  surface sand in place by traveling washer
Rapid filter and pressure sand filter
Scour by mercanical rekes, water and  removal of dislodged material by upward backwash flow.

 



                                                                                                PRODUCT SPESIFICATION


PRODUCT NAME              :     ACTIVE CARBON
TYPE                                      :     FWT – CAR

ACTIVE CARBON adalah suatu media padatan berpori dengan luas permukaan sangat besar (700 – 1400m²/gr) . Keluasan pori pori ACTIVE CARBON dibentuk melalui proses aktivitas tanpa menggunakan bahan kimia sehingga aman dipakai dalam semua keperluan (operasi)  absorpsi.
ACTIVE CARBON  mengandung tiga jenis pori pori (marco pores, transisional pores, mikro pores). Proporsi dari tiga jenis pori pori tersebut akan menentukan sifat adsorpsi dari carbon aktif
PENGGUNAAN

ACTIVE CARBON active carbon  type ZNP-CAR adalah carbon aktif berbentuk granular yang antara lain dapat digunakan  untuk :

-          Waste Water Treatment
-          Solvent Recovery
-          Slow Release Fertilizer
-          Prawn Culture & Larva Rearing

SPESIFIKASI

Iodine  Number                                   : 600 – 800 mg/gr
Methylene Blue Number          : 60 – 125 ml/gr
Moisture Content                     : max 3%
Ash Content                             : max 3 %
Bulk Density                            : 0,45 _ 0,55 gr/ml
Hardness                                  : Min 90 %
pH                                           : 8 – 10
Size                                          : 6 x 12



x

BSN Pedoman 10 -1999


BSN  PEDOMAN 10 – 1999



MODUL 1 : MODUL PERNYATAAN DIRI,
SISTEM MUTU – MODEL JAMINAN
MUTU DALAM PRODUKSI








BADAN STANDARISASI NASIONAL
PENDAHULUAN

Pedoman ini menjelaskan salah satu dari lima modul yang berkenaan dengan persyaratan sistem mutu yang dapat digunakan untuk tujuan jaminan mutu ekternal dalam rangka dalam rangka sertifikasi produk melalui penggunaan Tanda SNI .Model – model jaminan mutu, yang diuraikan dalam kelima modul yang tercantum di bawah ini menyajikan lima bentuk yang berbeda dari persyaratan sistem mutu yang sesuai untuk tujuan pemasok memeragakan kemampuannya, dan untuk asesmen kemampuan pemasok oleh pihak luar.

a.    Modul Pernyataan Diri
Yaitu pernyataan kemampuan oleh pemasok berupa Surat Pernyataan Diri berdasarkan hasil pemeriksaan oleh pemasok yang bersangkutan terhadap sarana produksi, proses produksi dan pengendalian mutu produk sesuai pedoman ini.

b.    Modul II – Modul Jaminan Mutu Produk
Yaitu persyaratan kemampuan pemasok berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9003, Sistem Mutu model jaminan mutu dalam inspeksi Pengujian Akhir.
Untuk digunakan apabila kesesuaian terhadap persyaratan yang dtentukan dijamin oleh pemasok hanya pada tahapan inspeksi dan pengujian akhir.

c.    Modul III – Modul Jaminan Mutu Produksi
Yaitu pernyataan kemampuan pemasok berupa Sertifikat Sistm Mutu berdasarkan SNI 19-9002, Sistem Mutu – Model Jaminan Mutu dalam Produksi. Pemasangan dan Pelayanan untuk digunakan apabila kesesuaian terhadap persyaratan yang ditentukan dijamin oleh pemasok selama produksi, pemasangan dan pelayanan.

d.    Modul IV – Modul Jaminan Mutu Menyeluruh
Yaitu pernyataan kemampuan pemasok berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9001, Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Desain, Pengembangan, Produksi, Pemasangan dan Pelayanan.

§  Untuk digunakan apabila kesesuaian terhadap persyaratan yang ditentukan dijamin oleh pemasok selama desain, pengembangan, produksi, pemasangan dan pelayanan.

e.    Modul V – Modul Jaminan Mutu
Yaitu pernyataan kemampuan pemasok berupa Sertifikat Mutu berdasarkan
Persyaratan sistem mutu yang ditetapkan dalam pedoman ini serta SNI 19-9001, SNI 19-9002, SNI 19-9003 dan Standar Sistem Mutu lainnya ditekankan sebagai saling melengkapi (bukan alternatif) untuk persyaratan teknis (produk) yang ditentukan. Kelima modul tersebut menetapkan persyaratan yang menentukan unsur-unsur sistem mutu yang harus ada. Desain dan penerapan suatu sistem mutu akan dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan dari suatu organisasi, tujuan tertentunya, produk dan jasa yang dipasok, serta proses dan praktek tertentu yang digunakan.


BSN  PEDOMAN 10 – 1999



MODUL 1 : MODUL PERNYATAAN DIRI,
SISTEM MUTU – MODEL JAMINAN
MUTU DALAM PRODUKSI








BADAN STANDARISASI NASIONAL
PENDAHULUAN
Pedoman ini menjelaskan salah satu dari lima modul yang berkenaan dengan persyaratan sistem mutu yang dapat digunakan untuk tujuan jaminan mutu ekternal dalam rangka dalam rangka sertifikasi produk melalui penggunaan Tanda SNI .Model – model jaminan mutu, yang diuraikan dalam kelima modul yang tercantum di bawah ini menyajikan lima bentuk yang berbeda dari persyaratan sistem mutu yang sesuai untuk tujuan pemasok memeragakan kemampuannya, dan untuk asesmen kemampuan pemasok oleh pihak luar.

a.    Modul Pernyataan Diri
Yaitu pernyataan kemampuan oleh pemasok berupa Surat Pernyataan Diri berdasarkan hasil pemeriksaan oleh pemasok yang bersangkutan terhadap sarana produksi, proses produksi dan pengendalian mutu produk sesuai pedoman ini.

b.    Modul II – Modul Jaminan Mutu Produk
Yaitu persyaratan kemampuan pemasok berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9003, Sistem Mutu model jaminan mutu dalam inspeksi Pengujian Akhir.
Untuk digunakan apabila kesesuaian terhadap persyaratan yang dtentukan dijamin oleh pemasok hanya pada tahapan inspeksi dan pengujian akhir.

c.    Modul III – Modul Jaminan Mutu Produksi
Yaitu pernyataan kemampuan pemasok berupa Sertifikat Sistm Mutu berdasarkan SNI 19-9002, Sistem Mutu – Model Jaminan Mutu dalam Produksi. Pemasangan dan Pelayanan untuk digunakan apabila kesesuaian terhadap persyaratan yang ditentukan dijamin oleh pemasok selama produksi, pemasangan dan pelayanan.

d.    Modul IV – Modul Jaminan Mutu Menyeluruh
Yaitu pernyataan kemampuan pemasok berupa Sertifikat Sistem Mutu berdasarkan SNI 19-9001, Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Desain, Pengembangan, Produksi, Pemasangan dan Pelayanan.
§  Untuk digunakan apabila kesesuaian terhadap persyaratan yang ditentukan dijamin oleh pemasok selama desain, pengembangan, produksi, pemasangan dan pelayanan.

e.    Modul V – Modul Jaminan Mutu
Yaitu pernyataan kemampuan pemasok berupa Sertifikat Mutu berdasarkan
Persyaratan sistem mutu yang ditetapkan dalam pedoman ini serta SNI 19-9001, SNI 19-9002, SNI 19-9003 dan Standar Sistem Mutu lainnya ditekankan sebagai saling melengkapi (bukan alternatif) untuk persyaratan teknis (produk) yang ditentukan. Kelima modul tersebut menetapkan persyaratan yang menentukan unsur-unsur sistem mutu yang harus ada. Desain dan penerapan suatu sistem mutu akan dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan dari suatu organisasi, tujuan tertentunya, produk dan jasa yang dipasok, serta proses dan praktek tertentu yang digunakan.






































DAFTAR ISI



Halaman

PENDAHULUAN ...............................................................................                     i
DAFTAR ISI ......................................................................................                       ii

1.    RUANG LINGKUP .......................................................................                     1
2.    ACUAN NORMATIF .....................................................................                    1
3.    DEFINISI ......................................................................................                      1
4.    PERSYARATAN SISTEM MUTU ................................................                  1

4.1.        Tanggung Jawab Manajemen ................................................                 1
4.2.        Sistem Mutu ...........................................................................                      2
4.3.        Pengendalian Dokumen .........................................................                  2
4.4.        Pembelian ..............................................................................                      3
4.5.        Barang yang Dipasok Milik Pembeli .......................................                4
4.6.        Identifikasi Produk ..................................................................                    4
4.7.        Pengendalian Proses .............................................................                   4
4.8.        Inspeksi dan Pengujian ...........................................................     4
4.9.        Peralatan Inspeksi, Pengukuran dan Pengujian .....................                        6
4.10.     Status Inspeksi dan Pengujian ................................................    6
4.11.     Pengendalian atas Produk yang Tidak Sesuai .......................             6
4.12.     Tindakan Koreksi ....................................................................                    6
4.13.     Penanganan, Penyimpanan, Pengemasan dan Penyerahan..                     7
4.14.     Catatan Mutu ..........................................................................                     7
4.15.     Pelatihan .................................................................................                     7
4.16.     Teknik Statistik ........................................................................        7








MODUL I : MODUL, PERNYATAAN DIRI
SISTEM MUTU – MODEL JAMINAN MUTU DALAM PRODUKSI


1.    RUANG LINGKUP
Pedoman ini menetapkan sistem mutu untuk penggunaan dimana kemempuan pemasok terhadap pemasokan produk yang sesuai perlu diperagakan.

Persyaratan yang ditetapkan terutama ditujukan pada pencapaian kepuasan konsumen melalui pencegahan ketidaksesuaian pada seluruh tahapan produksi.

Pedoman ini dapat diterapkan dalam situasi bila keyakinan terhadap kesesuaian produk dapat diperoleh melalui peragaan yang memadai akan kemampuan pemasok dalam produksi.

2.    ACUAN NORMATIF
Standar berikut ini berisikan ketentuan yang diacu dan merupakan ketentuan dari Pedoman ini. Pada saat publikasi, edisi yang ditunjukkan adalh absah. Semua standar  dapat direvisi, dan pihak- pihak untuk persetujuan berdasarkan pedoman ini dianjurkan untuk menyelidiki kemungkinan pemakaian edisi terakhir dari standar yang ditunjukkan di bawah ini.
SNI 19-8402-1991, Mutu Kosakata.

3.    DEFINISI
Definisi yang tercantum dalam SNI 19-8402-1991 dipakai untuk tujuan Pedoman ini.

4.    PERSYARATAN SISTEM MUTU

4.1  Tanggung Jawab Manajemen
4.1.1     Kebijakan Mutu
Manajemn pemasok hendaknya menetapkan dan mendokumenkan kebijakan dan sasaran untuk mutu, serta komitmennya terhadap     mutu. Pemasok hendaknya berkeyakinan bahwa kebijakan ini dimengerti,  diterapkan dan dijaga pada semua tingkat dalam organisasinya.

4.1.2     Organisasi
4.1.2.1        Tanggung jawab wewenang dan antar hubungan semua personal yang mengelola, melaksanakan dan menverifikasi pekerjaan yang tercakup dalam persyaratan Pedoman ini hendaknya ditetakan.
4.1.2.2        Sumber Daya dan Personel Verifikasi
Pemasok hendaknya mengidentifikasi persyaratan verifikasi di dalam perusahaannya, menyediakan sumber daya yang cukup dan menugaskan personel terlatih dan atau berpengalaman untuk memferifikasi bahwa produk sesuai dengan persyaratan yang ditentukan (lihat butir 4.15).

4.1.2.3        Wakil Manajemen
Pemasok harus menunjuk seorang wakiil manajemn, yang diluar tanggung jawabnya yang lain, harus diberi wewenang dan tanggung jawab yang ditetapkan untuk menjamin bahwa persyaratan dari Pedoman ini diterapkan dan dipelihara.
4.1.3          Tinjauan Manajemen

Sistem manajemen yang diadopsi untuk memenuhi persyaratan Pedoman ini hendaknya ditinjau setiap selang waktu tertentu secara memadai oleh manajemen pemasok, untuk menjamin kesinambungan kesesuaian dan keefektifannya.
Catatan dari tinjauan tersebut hendaknya dipelihara (lihat butir 4.14)

4.2  Sistem Mutu

Pemasok harus menetapkan dan memelihara prosedur dan instruksi sistem mutu yang didokumentasikan sebagai alat untuk menjamin bahwa produk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Ini harus meliputi :
a)    Persiapan prosedur dan instruksi sistem mutu yang didokumentasikan sesuai dengan persyaratan Pedoman ini,
b)    Penerapan efektif dari prosedur dan instruksi sistem mutu yang didokumentasikan tersebut.

4.3  Pengendalian Dokumen
Prosedur terdokumentasi untuk pekerjaan yang tercakup dalam Pedoman ini, harus ditinjau dan disetujui oleh yang berwenang atas kecukupannya sebelum diterbitkan. Pengendalian dokumen harus menjamin bahwa hanya dokumen absah yang tersedia.

4.4  Pembelian

4.4.1     Umum
Pemasok harus menjamin bahwa produk yang dibeli memenuhi persyaratan yang ditentukan

4.4.2     Asesmen Subkontraktor
Pemasok harus memilih subkontraktor berdasarkan pada kemampuannya memenuhi persyaratan subkontrak, termasuk persyaratan mutu. Pemasok harus menetapkan dan memelihara catatan tentang subkontraktor yang berterima (lihat butir 4.14).

Pemilihan subkontraktor, tipedan jangkauan pengendalian yang dilakukan oleh pmasok harus tergantung pada tipe produk dan apabila cocok pada catatan kemempuan yang telah diperagakan oleh subkontraktor tersebut.

Pemasok harus menjamin bahwa pengendalian sistem mutunya efektif.

4.4.3     Data pembelian
Dokumen pembelian harus berisikan data yang menguraikan dengan jelas produk yang dipesan, termasuk apabila memungkinkan :
a)    Tipe, kelas, model, tingkat atau identifikasi yang tepat lainnya;
b)    Nama atau identifikasi positif lain, serta hal-hal yang dapat diterapkan dari spesifikasi, gambar, persyaratan proses, instruksi, inspeksi dan data teknis yang relevan lainnya, termasuk persyaratan untuk persetujuan atau kualifikasi dari produk, prosedur, peralatan proses dan personel;

Pemasok harus meninjau dan menyetujui dokumen pembelian untuk kecukupan persyaratan yang ditentukan sebelum diserahkan.

4.4.4     Verifikasi produk yang dibeli
Apabila sesuai, pembeli atau wakilnya harus diberi hak untuk memverifikasi di tempat sumber atau pada waktu penerimaan bahwa produk yang dibeli memenuhi persyaratan yang ditentukan. Verifikasi oleh pembeli tidak boleh membebaskan pemasok dari tanggung jawabnya  untuk menyediakan produk berterima, juga tidak merupakan pencegah penolakan berikutnya.

Apabila pembeli atau wakilnya memilih untuk melaksanakan verifikasi di pabrik subkontraktor, verifikasi tersebut tidak boleh dipakai oleh pemasok sebagai bukti pengendalian mutu efektif oleh subkontraktor.

4.5  Barang yang dipasok milik pembeli
Pemasok hendaknya menetapkan dan memelihara prosedur verifikasi, penyimpanan, dan pemeliharaan barang milik pembeli yang dipasok untuk digabungkan dengan barang pasokan. Jika setiap barang tersebut hilang, rusak atau hal-hal yang lain menyebabkan barang tersebut tidak dapat digunakan hendaknya dicatat dan dilaporkan kepada pembeli (lihat butir 4.14)
Catatan :
Verifikasi oleh pemasok tidak dapat melepaskan pembeli dari tanggung jawabnya untuk menyediakan barang yang berterima.

4.6  Identifikasi produk
Apabila sesuai, setiap produk atau harus diberi tanda untuk identifikasi. Identifikasi tersebut harus dicatat pada catatan terkait (lihat butir 4.14)

4.7  Pengendalian Proses
Pamasok harus mengidentifikasikan dan merencanakan produksi yang dapat  langsung mempengaruhi mutu serta harus menjamin bahwa proses-proses tersebut dilaksanakan di bawah kondisi yang terkendali. Kondisi-kondisi yang terkendali harus mencakup hal-hal berikut ini :
a)    Instruksi kerja yang terdokumentasi yang mengidentifikasi cara produksi, dimana tanpa adanya instruksi tersebut akan mengakibatkan penurunan mutu, penggunaan peralatan produksi yang sesuai, lingkungan kerja yang sesuai pemenuhan standar acuan;
b)    Kriteria kecakapan kerja harus dinyatakan, sampai tingkat yang paling mudah untuk dipraktekkan dalam standar tertulis atau dalam contoh yang mewakili.

4.8  Inspeksi dan Pengujian
4.8.1.1        Pemasok harus menjamin bahwa produk yang datang tidak digunakan atau diproses (kecuali dalam keadaan seperti diuraikan dalam butir 4.8.1.2) sampai produk tersebut diperiksa atau jika telah diverifikasikan bahwa produk tersebut memenuhi persyaratan yang ditentukan. Verifikasi harus sesuai dengan prosedur yang terdokumentasi.
4.8.1.2        Apabila produk yang datang diizinkan dipakai untuk tujuan produksi yang mendesak, produk tersebut harus diidentifikasi secara jelas dan dicatat (lihat butir 4.14) agar supaya dapat ditarik kembali dan diganti jika ditemukan ketidaksesuaian dengan persyaratan yang ditentukan.
Catatan :
Dalam menentukan jumlah dan jenis inspeksi penerimaan harus dipertimbangkan pelaksanaan pengendalian sebelumnya pada sumber dan bukti bukti yang terdokumentasikan tentang kesesuaian mutu yang diberikan.






4.8.2     Inspeksi dan pengujian selama proses

Pemasok harus :

a.    Menginspeksi, menguji dan mengidentifikasi produk seperti yang diisayratkan oleh prosedur yang terdokumentasi.
b.    Menetapkan kesesuaian produk terhadap persyaratan yang ditentukan dengan menggunakan